Langsung ke konten utama

TEMUKAN MOTIFMU


              YANG MANA MOTIFMU?

Setiap kemasan SORUS KOPI punya filosofi unik lho! Penasaran? Yuk cek kemasanmu!

CARANYA: 

Lihat kemasan Sorus Kopi yang kamu punya lalu cocokkan pada gambar di bawah ini dan cek motif apa yang kamu dapat! 


1. Motif Ranggong

Raggong adalah laba-laba. Bagi masyarakat Manggarai, laba-laba adalah hewan yang ulet dan bekerja keras dalam hidupnya. Kejujuran dalam hidup akan membuahkan hal baik, disenangi dan dimuliakan oleh orang di sekitar.

2. Motif Su’i

Motif ini berupa garis-garis yang seolah memberi batas antara satu motif dengan yang lainnya. Namun garis-garis ini bukannya tanpa arti. Su’i melambangkan segala sesuatu yang memiliki akhir. Seperti hidup yang cepat atau lambat akan menemui ujungnya. Su’I juga dapat berarti kehidupan masyarakat Manggarai dibatasi oleh garis-garus berupa peraturan adat yang tidak boleh dilanggar.

3. Motif Jok

Jok adalah motif dasar yang unik sebagai salah satu jati diri orang Manggarai. Jok melambangkan persatuan baik, persatuan menuju Allah (Mori Jari Dedek) penguasa alam semesta, maupun persatuan dengan sesama manusia dengan alam sekitarnya. Jok erat dengan bentuk rumah adat dan model “Lodok Langang” kebun komunal (bagian dalam lingko).


4. Motif Wela Runu

Wela Runu adalah sejenis tumbuhan bunga yang berukuran kecil. Motif ini mengandung arti bahwa meski pun tampak tak berarti, namun setiap kehidupan di dunia ini memiliki manfaat . Tak perlu berkecil hati bila tak dianggap, sebab dalam momentum tertentu keberadaan seseorang akan memberi arti besar bagi sesama.

5. Motif Wela Ngkaweng

Wela berarti bunga. Sementara ngkaweng adalah sejenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Manggarai untuk mengobati luka hewan ternak.  Wela nkaweng mengandung makna bahwa kehidupan manusia yang bergantung pada alam. Kelestarian alam akan menunjang kehidupan manusia dari waktu ke waktu.




6. Motif Ntala

Ntala berarti bintang. Motif ini terkait erat dengan salah satu petuah Manggarai ‘Porot langkas haeng ntala’, yang artinya hendaklah mencapai bintang. Motif ntala bermakna, hendaknya kehidupan selalu berimbas positif bagi sesama serta memberikan perubahan pada lingkungan sekitar.




7. Motif Mata Manuk

Mata manuk artinya mata ayam. Motif ini dikaitkan dengan Tuhan yang maha melihat. Masyarakat Manggarai meyakini kebesaran Tuhan yang mempu melihat hingga ceruk paling gelap sekalipun. Perbuatan manusia tidak ada yang luput dari pengamatan-Nya. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Songke, Songket?

  Songke, Songket?   Songke adalah salah satu kain tenun khas Manggarai. Akan tetapi,   songke Manggarai   ini masih begitu kurang diketahui banyak orang. Masyarakat Manggarai sering menyebut kain Songke dengan sebutan   towe atau lipa. Kain Songke ini di kenakan oleh laki-laki dan wanita. Kain songke ini digunakan baik di rumah, maupun sat menghadiri acara adat seperti kenduri, tarian caci, saat penikahan,   dan membungkus orang yang meninggal. Tetapi seiring berjalannya waktu, kain songke juga sudah masuk ke dalam kehidupan modern yang dimodifikasi lewat kerajinan tangan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.   Sejarah Kain Songke Pada tahun 1613-1640 kerajaan Gowa Makasar, Sulawesi Selatan pernah berkuasa hampir diseluruh wilayah Manggarai Raya. Pertemuan dengan berbagai macam kepentingan budaya melahirkan sesuatu yang baru bagi masyarakat Manggaraitermasuk dalam hal berbusana. Hal ini dapat enyebabkan sebagian besar kebuayaan dari Go...